RINGKASAN Latar Belakang: Pendekatan berdasarkan analisis Linier Programming (LP) dikembangkan untuk formulasi Panduan Gizi Seimbang berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) pada populasi khusus dan mengidentifikasi zat gizi yang mana kecukupan makanannya tidak dapat dipastikan. Pendekatan LP digunakan untuk menilai apakah kombinasi makanan lokal di rumah tangga sudah mencapai tingkat kepadatan nil…
RINGKASAN Latar Belakang: Pemberian makanan pendamping yang buruk dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi, morbiditas dan mortalitas pada bayi dan balita. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi balita akan berdampak pada pemenuhan zat gizi pada balita karena pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dari terbentuknya perilaku seseorang. Edupal-Flashcard berisi edukasi pangan loka…
RINGKASAN Prevalensi anemia di Indonesia mencapai 21,7% dengan prevalensi anemia pada wanita sebesar 23,9% dan prevalensi anemia pada usia remaja (15- 24 tahun) sebesar 18,4%. Angka prevalensi anemia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 16%. Penelitian Emilia (2019) menunjukkan bahwa anemia pada remaja putri di Kota Pangkalpinang sebesar 63,8% dengan asupan zat besi kurang sebanyak 84…
RINGKASAN Latar Belakang: Sarkopenia (2016) termasuk dalam penyakit ICD-10 sebagai diagnosis sarkopenia di bidang kedokteran klinis dan penyakit dengan karakteristik unik. Seiring perkembangan penelitian di Asia, AWGS (2019) menetapkan bahwa kejadian sarkopenia dapat dilihat berdasarkan penurunan kekuatan otot yang terjadi dengan bertambahnya usia. Kekuatan genggaman tangan merupakan salah sat…
RINGKASAN Latar Belakang: Praktik pemberian makanan pendamping yang buruk selama masa kritis dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi, morbiditas dan mortalitas pada bayi dan balita, sehingga sangat penting untuk memberikan asupan zat gizi yang memadai untuk menghindari konsekuensi negatif jangka panjang. Pendekatan berdasarkan analisis Linier Programming (LP) dikembangkan untuk formulasi…